Santosa Hospital Bandung Central

Indonesian English

BRAINFLUSHING

Tindakan “Brainflushing” merupakan suatu prosedur DSA Modifikasi yang dikembangkan oleh dr Terawan Agus Putranto Sp. Rad (K) di RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto, yaitu prosedur angiografi otak dengan menggunakan Heparin dan Integrilin (Eptifibatide). Setelah diketahui adanya sumbatan dengan injeksi kontras, penginjeksian Heparin (pengencer darah) dan Eptifibatide (antiplatelet) diharapkan mampu melarutkan bekuan darah yang terjadi pada stroke akut non pendarahan sehingga bagian otak yang tidak mendapat aliran darah bisa kembali mendapat aliran darah yang cukup.

Heparin biasanya diberikan berupa flushing pada awal prosedur diagnostik, dan dapat dilanjutkan dengan continous infusion (heparinized saline) pada prosedur intervensi terapeutik. Sedangkan penggunaannya bersama antiplatelet injeksi secara bersamaan diberikan oleh dokter dalam kondisi yang sangat khusus, biasanya pada kasus emergensi, misalnya terjadi komplikasi trombosis berulang saat tindakan dilakukan.               

brain

APA YANG TERJADI SELAMA
DILAKUKAN DSA - “BRAINFLUSHING?”

Sebelum prosedur ini dilakukan, Anda perlu membuka seluruh baju dan perhiasan yang melekat di tubuh dan menggunakan baju khusus yang steril. Anestesi lokal akan diberikan pada daerah dimana sayatan akan dilakukan (lengan atau tungkai) sebagai tempat penempatan kateter. Kateter akan di posisikan di dalam arteri karotis dan kontras akan diinjeksikan. Selama penginjeksian kontras biasanya Anda akan merasakan sensasi hangat, rasa kesemutan dan terkadang terasa mual. Sebuah mesin x-ray reguler akan digunakan untuk mengambil gambar dari pembuluh darah otak.


Dokter akan selalu bersama Anda selama prosedur berlangsung. Anda akan tetap sadar selama prosedur berlangsung yang mungkin memakan waktu selama kurang lebih 2 jam hingga selesai.


Sebelum dilakukan DSA - “Brainflushing” harus dilakukan
BRAIN CHECK UP yang bertujuan mengetahui status kesehatan otak anda, untuk antisipasi dan rencana pengobatan serta tindak lanjut pemeriksaan.

 

BRAIN CHECK UP

Pemeriksaan  Brain Check Up yang dilakukan untuk antara lain MRI-Perfusion, MRA (Magnetic Resonance Angiography) dan MRV (Magnetic Resonance Venography). Melalui Brain Check Up salah satunya dapat diketahui adanya Cerebral Venous Thrombosis.

Cerebral Venous Thrombosis

- Sumbatan pembuluh darah aliran balik otak
- Seringkali diremehkan
- Angka kejadian 76, 37 (RSPAD, 2015)
- Gejala bervariasi:

Ringan

  • Tanpa gejala
  • Nyeri kepala
  • Tengkuk kaku
  • Vertigo

 

 

Sedang - Berat

  • Kejang
  • Stroke
  • Penurunan kesadaran
  • Nyeri kepala hebat

 

 

Sumbatan pembuluh darah otak

penyumbatan